Sunday, November 20, 2016

Fitur Keamanan kendaraan berbasis IMMOBILIZER


Fitur Keamanan kendaraan berbasis IMMOBILIZER

-        M. Syamsu Rizal
-        Rizki Maulidi Azis

·        PENDAHULUAN.
Pernahkan anda ketika naik mobil memperhatikan Lampu Indikator yang berbentuk Kunci? atau Tidak sama sekali? mungkin ada sebagian anda yang pernah memparhatikan Lampu Indikator Dashboard dan melihat lampu indikator Belogo Kunci seperti dibawah ini.

mungkin ini adalah salah satu contoh Lampu Indikator Immobilizer.
Mungkin sebagian orang belum mengetahui Fungsi dari Immobilizer itu sendiri. Tapi bagi sebagian orang sudah mengetahui bagi yang ingin membeli Mobil yang mengetahui secara detil untuk keamanan mobilnya.
immobilizer adalah sebuah sistem pencegah dari pencurian kendaraan. Engine immobilizer mencegah mesin dihidupkan dengan kunci yang tidak dikenali nomer kodenya oleh kendaraan tersebut yang telah di stel sebelumnya. Bila engine immobilizer sudah diset ke dalam kendaraan, lampu indikator keamanan akan menyala untuk menandakan bahwa sistem telah dipasang. Komponen immobilizer yaitu transponder key coil transponder chip, transponder key amplifier, transponder key ECU, engine ECU, dan lain-lain. Ada dua tipe engine immobilizer system, yaitu engine immobilizer yang dikontrol dengan pemisahan ECU (transponder key pada ECU), dan yang lain dikontrol dengan ECU (engine ECU) yang disatukan dengan transponder key ECU. ID code (transponder key code)
Lanjut!!!!!


-         Jadi ada pertanyaan, Apakah Mobil yang mempunyai Sensor Keamanan Immobilizer Keys dapat dicuri?
Sebenarnya bisa saja dicuri namun pencuri tidak dapat menyalakan Mesin karena Kunci yang dipunya sang pencuri hanya sama bentuk dan alur kuncinya, namun kunci pencuri tidak mempunyai chip yang berisi Code dan Enksripsi.
Maraknya pencurian kendaraan membuat para pemilik kendaraan harus ekstra waspada dalam menjaga kendaraan mereka, seperti sepeda motor ataupun mobil. Karena pencuri sekarang semakin pintar, bahkan konon katanya ada cairan khusus yang apabila ditetskan pada jalur kunci sepeda motor maka akan membuat sistem penguncian sepeda motor sehingga sepeda motor mudah untuk dicuri. Pemilik mobil pun tidak luput dari sasaran, mereka para pencuri sering kali mengambil kesempatan dari kelalaian si pemilik mobil.
 Dengan banyaknya aksi pencurian membuat para ilmuwan berfikir keras bagaimana cara mengatasi atau mencegah pencurian. Dan kini sobat tidak perlu lagi cemas dan khawatir dengan kendaraan sobat, khususnya mobil. Karena para insinyur otomotif telah menemukan sebuah teknologi anti pencurian mobil. Tekologi itu bernama engine immobilizer.


-         Fungsi engine immobilizer set dan unset.


Fungsi  immobilizer set adalah ketika kunci kontak ditarik keluar dari lubangnya, tepatnya adalah 20 detik sesudah posisi kunci kontak berada pada ACC atau LOCK, immobilizer system berfungsi mematikan pengapian dan injeksi bahan bakar. Bila immobilizer telah terpasang, meskipun switch pengapian diputar menggunakan alat lain ke posisi START, mesin tidak akan hidup, sebab tidak akan ada pengapian dan juga tidak ada bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran.
Fungsi immobilizer unset adalah apabila kunci kontak dimasukkan ke lubangnya, maka transponder key ECU dan transponder chip di dalam kunci kontak akan saling berhubungan. Kemudian  kode ID di dalam transponder key ECU dan kode ID yang ada pada transponder chip saling mencocokkan, dan immobiliser system menjadi terbuka, membuat pengapian timbul dan injeksi bahan bakar bekerja. Sehingga mesin bisa distater.



-         Fungsi registrasi transponder key code.
Fungsi registrasi transponder key codeterdiri dari registrasi awal (otomatik), registrasi tambahan, dan penghapusan.  Kunci utama (master key) diregistrasi di ECU untuk registrasi tambahan dan penghapusan.  Lihat buku Pedoman Reparasi atau Service Bulletin untuk penjelasan detilnya.
Registrasi awal key code adalah sistem registrasi otomatis transponder key code yang baru (kode master key dan kode anak kunci atau sub kode) jika ECU diganti. Jika ECU diganti, jika memutar switch pengapian posisi ON mambuat lampu keamanan berkedip. Pada saat seperti ini, masukkan master key dan anak kunci ke lubang kunci maka kontak otomatis akan meregistrasi transponder key code di ECU. Di dalam mode registrasi awal (otomatis), transponder key bisa diregistrasi untuk tiga atau empat anak kunci atau sub kode. Registrasi yang terakhir dipakai untuk mode registrasi sub key.  Setelah registrasi awal dilakukan, kemudian lakukan percobaan selama 30 menit untuk penyesuaian komunikasi ID antara transponder key ECU dan engine ECU.

-         Registrasi kode kunci tambahan.
Registrasi kode kunci tambahan adalah fungsi untuk memasang registrasi tambahan pada transponder key code yang baru (kode master key dan kode sub key) dengan transponder key code terdaftar di ECU. Gambar menunjukkan contoh metode registrasi tambahan untuk transponder key. Tipe registrasi metode ECU control difungsikan dengan switch pengapian dan bekerjanya pintu pengemudi. 
Registrasi tambahan juga bisa dilakukan dengan menggunakan hand-held tester. Pada tipe engine ECU control, registrasi dan penghapusan dipasang dengan bekerjanya pedal rem dan pedal gas. Nomor regristrasi untuk transponder key code bervariasi tergantung modelnya. 
-         Manfaat Perangkat Immobilezer.
Manfaat dari immobilizer sendiri iyalah untuk mengamankan kendaraan kita dari maraknya pencurian kendaraan di Negara kita ini.dengan adanya teknologi immobolizer kita dapat mencegah kendaraan kita dari pencuri sekali pun kaca pada kendaraan kita dipecah.

-         Skema Kerja Dari Immobilezer.
Untuk Cara kerjanya sendiri, system Immobilizer ini yakni pada saat kunci kontak di masukkan ke dalam ignition Switch dan di putar ke posisi On, maka Immobilizer Conrtol Unit Receiver akan mengirimkan sinyal ke transponder di kunci kontak, dan kemudian transponder yang berada di kunci kontak akan mengirim sinyal balik yang berisi mengenai code melalui Immobilizer Control Unit Receiver ke Engine Control Module (ECM).Nah, jika code sesuai dengan code yang telah terdaftar pada ECM dan PCM, maka mesin mobil akan bisa di starter, Namun jika code tidak sama atau tidak di kenal oleh ECM, maka kendaraan tidak bisa di starter atau tidak bisa di hidupkan. Hal tersebut sebagian dari keamanan kendaraan mobil dari pencuri.
Seperti contoh berikut ini, karena ketidak tahuan, seseorang yang baru saja membeli mobil seken yang kebetulan pada mobil tersebut Cuma ada satu kunci. Kawatir pemilik mobil tersebut kuncinya hilang maka orang tersebut membuat kunci serep atau cadangan, namun ketika hendak menghidupkan mobil dengan konci serep tersebut mobil tidak bisa hidup dan tidak bisa starter, hal tersebut karena pada mobil tersebut telah menggunakan system Immobilizer Sebagai pengamanan.



·       Kesimpulan

Jadi kesimpulannya ialah immobilizer adalah sebuah sistem pencegah dari pencurian pada kendaraan kita. Dimana mesin tidak akan nyala jika kita tidak menggunakan master key atau kunci bawaan dari kendaraan tersebut karena di master key tersebut terdapat chip yang berfungsi untuk menyocokkan id yg ada pada master key dan immobilizer unit pada kendaraan kita. dengan manfaat yang ada pada immobilizer, sekarang banyak brand kendaraan terkenal di Indonesia seperti Suzuki, Toyota, Honda, mazda, dll sudah menyematkan fitur immobilizer sebagai fitur keamanan standart pada kendaraan produksinya.



















0 comments: